Maandag 20 Februarie 2017

TABLIG PENDIDIKAN

Semua mulai dari nol 
Semua berakhir tanpa batas
Semua berproses dengan angka
Semua tidak tahu ujung angka itu

sukses adalah impian
berjalan lancar adalah impian
kebahagiaan adalah impian
janganlah memulai hanya impian

ikuti dan hadiri acara kami :

Woensdag 03 Augustus 2016

Pesan MUHAJIR EFENDI untuk Kepala Sekolah Muhammadiyah

Prof.Dr. MUHAJIR EFENDI,M.Ap
Kepada Kepala Sekolah Muhammadiyah
Disampaikan Pada Pembuakaan Workshop Peningkatan Mutu Sekolah Muhammadiyah
Malang, 26 – 28 Februari 2016

a)    Bapak/Ibu Kepala Sekolah dipilih karena Bapak/Ibu diyakini dapat memimpin sekolah dengan baik. Pemimpin yang baik itu harus kuat dan dapat mendorong anggotanya untuk bekerja dengan cepat. Dengan demikian, Bapak/Ibu pasti kuat dan dapat mendorong anggotanya untuk bekerja dengan cepat.
b)   Pada Dasarnya kesadaran bahwa proses perbaikan mutu sekolah Muhammadiyah harus dilakukan secara cepat.
c)    Kita tidak boleh perpangku tangan atau merasa hebat karena sebenarnya sekolah Muhammadiyah tidak bagus-bagus amat. Sekolah Muhammadiyah masih kalah dari sekolah Negeri dan sekolah Nasrani. Hal itu dikarenakan kesadaran akan mutu baru disadari akhir-akhir ini.
d)   Sekolah harus sepakat untuk paling tidak dalam dua tahun ke depan sudah masuk dalam peringkat tinggi sekolah-sekolah terbaik.
e)    Program yang akan dilakukan yaitu: (1) mendorong sekolah yang sudah dipercaya masyarakat sebagai sekolah yang bagus atau berkualitas untuk bisa memaksimalkan peringkatnya, (2) mengatrol sekolah yang kurang bagus menjadi sekolah yang bagus dengan mengacu pada sekolah Muhammadiyah yang lebih bagus.
f)    Selama ini Muhammadiyah berdiri secara natural atau by accident sehingga tidak terstruktur. Oleh karena itu, sekarang semua sudah harus tersistem. Sebenarnya, Muhammadiyah kalau mau membuat kampung baru di wilayah terluar tidak sulit karena beberapa universitas Muhammadiyah punya FKIP, FAI, dan FK. Dengan demikian, lulusan dapat dikirim untuk mengabdi di daerah itu untuk membangun daerah tersebut dengan biaya dari Muhammadiyah. Intinya, Universitas Muhammadiyah yang memiliki FKIP seperti UAD dan UMM (yang sudah termasuk urutan ke-26 kampus terbaik di Indonesia) harus terlibat secara aktif dalam program itu. Hal itu dapat dan harus pula didukung oleh kader-kader Muhammadiyah.
g)   Kita membuatuhkan kepemimpinan yang kuat. Bukti menunjukkan bahwa Muhammadiyah bisa besar karena pemimpinnya bagus. Landasan filosofis: “Apakah kamu sudah merasa masuk surga? Padahal Aku belum menentukan. Maka, jihadnya harus sabar”. Surat At-Taubah: Kita ini orang-orang yang telah berjual-beli dengan Allah. Imbalannya adalah surga.
h)   Di Muhammadiyah, ketika kita diberi amanah (jabatan) dan bekerja keras dalam menjalankan amanah itu, maka ukurannya masuk surga. Semoga ini jalan yang benar.
i)     Mari bekerja keras dengan baik untuk umat dan bangsa melalui MUhammadiyah mumpung masih diberi amanah.

Maandag 18 April 2016





Photo-photo pribadi....
harapan-harapan untuk terus maju dan baik. bisa membahagiakan orang lain dan juga bermanfaat bagi umat. isya Allah

Donderdag 03 Oktober 2013

Biografi : Chester Irving Barnard

PortraitChester Irving Barnard,  seorang tokoh dunia yang telah memberikan kontribusi penting bagi teori manajemen dan studi organisasi. Karya bukunya yang pertama berjudul “  Fungsi Komite Eksekutif (1938) yaitu sbuah karya yang secara luas berpengaruh dalam pengajaran sosiologi dan teori bisnis. Ia dilahirkan pada tanggal 7 November 1886 di Malden, Massachusetts dan meninggal pada tanggal 7 Juni 1961 di New York City, Amerika Serikat .
Dia bukanlah seorang akademisi, awalnya dia bekerja di sebuah peternakan, sampai kemudian pergi ke Harvard untuk belajar ekonomi namun tidak bisa lulus karena mereka menganggap "tidak layak" untuk lulus. Namun beberapa universitas memberikan gelar kehormatan baginya karena telah memberikan kontribusi yang besar dalam mempelajari organisasi. Disamping sebagai penulis, ia sebenarnya adalah seorang yang berada di eksekutif bisnis Amerika, dan administrator publik.
            Pengalaman sebagai seorang eksekutif bisnis dan administrator publik antara lain adalah pernah berada di American Telepon dan Telegraph Company (sekarang AT & T ) dari 1909 dan menjabat sebagai Presiden anak perusahaan dari AT & T, New Jersey Bell Telephone Company pada tahun 1927. Kemudian pada 1942-1945 ia menjadi Presiden di Organisasi layanan Amerika (USO). Ketika ia pensiun dari organisasi itu, ia menjabat sebagai Presiden Rockefeller Foundation (1948-1952) dan Ketua National Science Foundation ( 1952-1954 ) .
            Beberapa karyanya diterbitkan dalam Organisasi dan Manajemen, yaitu berasal dari pengamatan secara langsung bahwa kemampuan eksekutif untuk menangani masalah-masalah praktis cenderung berkurang ketika masalah yang sama disajikan dalam istilah teoritis.
Ia mendefinisikan Organisasi adalah sebagai suatu sistem kegiatan terkoordinasi secara sadar atau kekuatan dari dua orang atau lebih. Selanjutnya sistem ini berkembang kemudian yang menyatakan bahwa organisasi terdiri atas aktivitas manusia yang berada dalam suatu sistem. Menurutnya organisasi adalah upaya mengkoordinasikan karakter - karakter orang yang berbeda, bersifat tidak pribadi, dimana itu semua ditentukan oleh sistem, baik untuk cara, derajat dan juga waktu. Ide-idenya yang lain adalah orang - orang dalam membentuk organisasi untuk mencapai tujuan mereka tidak dapat dicapai dengan bekerja sendirian namun saat bekerja sama juga harus memenuhi kebutuhan masing-masing secara seimbang.
Chester Irving Barnard mengatakan bahwa persyaratan dasar untuk menciptakan suatu organisasi adalah (1) Individu dapat bergabung dengan orang lain, (2) Orang bersedia bekerja untuk kegiatan yang umum. Dan (3) memiliki tujuan dan struktur sosial yang sama.
Barnard melihat organisasi sebagai sistem kerjasama yaitu tujuan umum impersonal (Perusahaan ) dan beberapa motif individu ( dari semua orang yang terlibat ). Ia percaya bahwa orang-orang datang bersama-sama dalam suatu organisasi dengan tujuan untuk mencapai tujuan akhir karena mereka tidak bisa mencapai sendiri, dan tujuan-tujuan ini harus dipenuhi seimbang. Dalam tesisnya, untuk memahami dan mendukung dasar dalam penciptaan sebuah organisasi dimulai dengan rekrutmen dan pengembangan tujuan dan motivasi serta rasa keberhasilan pekerja berjalan bersama-sama dengan tujuan umum impersonal itu . Hal ini juga menekankan penciptaan kode moral yang secara langsung mempengaruhi pekerja.
Menurutnya, pekerjaan eksekutif sangat penting, karena ia bertanggung jawab untuk menjaga organisasi berjalan. Pertama, harus mendukung komunikasi dalam organisasi dan memastikan pelayanan dasar (pemeliharaan, pelatihan, moral, dll.), dan akhirnya merumuskan sasaran dan tujuan perusahaan.
Barnard membawa teori Organisasi dengan 3 poin yang sangat penting. Pertama, merumusan tujuan dalam organisasi. Ini sangat penting untuk menjamin masa depan organisasi, karena, merumuskan tujuan, adalah untuk mengidentifikasi apa yang harus dilakukan dan bagaimana hal itu akan dilakukan. Kedua, sistem kerjasama, dimana semua yang ada didalamnya menyadari adanya tujuan dan sasaran yang terkait. Sehingga akan diketahui mana yang bermanfaat dan yang tidak, sehingga ada motivasi terus menerus untuk memajukan organisasi . Dan Ketiga, komunikasi, melalui komunikasi seorang eksekutif  dapat memecahkan masalah yang mungkin timbul, cepat dan mungkin yang sangat spesifik.
Ia merumuskan teori tentang insentif dan otoritas, yang didasarkan terutama pada sistem mendefinisikan komunikasi, tersedia secara bebas, dan penggunaan persuasi untuk lebih meyakinkan karyawan.ada beberapa alasan yang dalam logika analisisnya bisa dilihat langkah-langkah teorinya pada buku “The Functions of the Executive “ sebagai berikut :
1.      Bahwa sistem kerjasama dalam organisasi adalah bagian dari sistem sosial sehingga saling terkait.
2.      Organisasi memiliki " tujuan moral " untuk melegitimasi tujuan individu-individu.
3.      Inti dari organisasi formal adalah " kegiatan sadar yang dikoordinasikan atau sebuah kekuatan dari dua orang atau lebih . "
4.      Organisasi ini lebih dirasa lebih rasional daripada individu karena memiliki hubungan antar personal atau banyak individu.
5.      Seorang pemimpin harus menanamkan tujuan moral kepada anggota organisasi.
6.      Organisasi melakukan pendoktrinan kepada anggota yaitu menanamkan keyakinan tentang keberadaan sebenarnya dari tujuan umum organisasi kepada semua anggotanya.
7.      Di dalam organisasi adanya kontribusi dan insentif yaitu setiap individu membuat kontribusi ( input) untuk organisasi dan menerima penghargaan (output ).
8.      Ada Usulan tingkatan yaitu bahwa anggota memiliki otoritas memutuskan untuk menerima atau menolak keputusan atasan.

9.      Fungsionalisme moralisme eksternal kritis bahwa organisasi adalah entitas fungsional bagi semua pihak, pengaruh dasarnya demokratis dan menguntungkan .