Chester Irving
Barnard,
seorang tokoh dunia yang telah memberikan kontribusi penting bagi teori manajemen
dan studi organisasi. Karya bukunya yang pertama berjudul “ Fungsi Komite Eksekutif (1938) yaitu sbuah
karya yang secara luas berpengaruh dalam pengajaran sosiologi dan teori bisnis.
Ia dilahirkan pada tanggal 7 November 1886 di Malden, Massachusetts dan
meninggal pada tanggal 7 Juni 1961 di New York City, Amerika Serikat .
Dia bukanlah
seorang akademisi, awalnya dia bekerja di sebuah peternakan, sampai kemudian
pergi ke Harvard untuk belajar ekonomi namun tidak bisa lulus karena mereka
menganggap "tidak layak" untuk lulus. Namun beberapa universitas
memberikan gelar kehormatan baginya karena telah memberikan kontribusi yang
besar dalam mempelajari organisasi. Disamping sebagai penulis, ia sebenarnya
adalah seorang yang berada di eksekutif bisnis Amerika, dan administrator
publik.
Pengalaman
sebagai seorang eksekutif bisnis dan administrator publik antara lain adalah
pernah berada di American Telepon dan Telegraph Company (sekarang AT & T )
dari 1909 dan menjabat sebagai Presiden anak perusahaan dari AT & T, New
Jersey Bell Telephone Company pada tahun 1927. Kemudian pada 1942-1945 ia
menjadi Presiden di Organisasi layanan Amerika (USO). Ketika ia pensiun dari
organisasi itu, ia menjabat sebagai Presiden Rockefeller Foundation (1948-1952)
dan Ketua National Science Foundation ( 1952-1954 ) .
Beberapa karyanya diterbitkan dalam
Organisasi dan Manajemen, yaitu berasal dari pengamatan secara langsung bahwa
kemampuan eksekutif untuk menangani masalah-masalah praktis cenderung berkurang
ketika masalah yang sama disajikan dalam istilah teoritis.
Ia
mendefinisikan Organisasi adalah sebagai suatu sistem kegiatan terkoordinasi
secara sadar atau kekuatan dari dua orang atau lebih. Selanjutnya sistem ini
berkembang kemudian yang menyatakan bahwa organisasi terdiri atas aktivitas
manusia yang berada dalam suatu sistem. Menurutnya organisasi adalah upaya mengkoordinasikan
karakter - karakter orang yang berbeda, bersifat tidak pribadi, dimana itu
semua ditentukan oleh sistem, baik untuk cara, derajat dan juga waktu. Ide-idenya yang lain adalah orang - orang
dalam membentuk organisasi untuk mencapai tujuan mereka tidak dapat dicapai
dengan bekerja sendirian namun saat bekerja sama juga harus memenuhi kebutuhan
masing-masing secara seimbang.
Chester
Irving Barnard mengatakan bahwa persyaratan dasar untuk menciptakan suatu
organisasi adalah (1) Individu dapat bergabung dengan orang lain, (2) Orang
bersedia bekerja untuk kegiatan yang umum. Dan (3) memiliki tujuan dan struktur
sosial yang sama.
Barnard
melihat organisasi sebagai sistem kerjasama yaitu tujuan umum impersonal
(Perusahaan ) dan beberapa motif individu ( dari semua orang yang terlibat ). Ia
percaya bahwa orang-orang datang bersama-sama dalam suatu organisasi dengan
tujuan untuk mencapai tujuan akhir karena mereka tidak bisa mencapai sendiri, dan
tujuan-tujuan ini harus dipenuhi seimbang. Dalam tesisnya, untuk memahami dan
mendukung dasar dalam penciptaan sebuah organisasi dimulai dengan rekrutmen dan
pengembangan tujuan dan motivasi serta rasa keberhasilan pekerja berjalan bersama-sama
dengan tujuan umum impersonal itu . Hal ini juga menekankan penciptaan kode
moral yang secara langsung mempengaruhi pekerja.
Menurutnya,
pekerjaan eksekutif sangat penting, karena ia bertanggung jawab untuk menjaga
organisasi berjalan. Pertama, harus mendukung komunikasi dalam organisasi dan
memastikan pelayanan dasar (pemeliharaan, pelatihan, moral, dll.), dan akhirnya
merumuskan sasaran dan tujuan perusahaan.
Barnard
membawa teori Organisasi dengan 3 poin yang sangat penting. Pertama, merumusan
tujuan dalam organisasi. Ini sangat penting untuk menjamin masa depan
organisasi, karena, merumuskan tujuan, adalah untuk mengidentifikasi apa yang
harus dilakukan dan bagaimana hal itu akan dilakukan. Kedua, sistem kerjasama,
dimana semua yang ada didalamnya menyadari adanya tujuan dan sasaran yang
terkait. Sehingga akan diketahui mana yang bermanfaat dan yang tidak, sehingga ada
motivasi terus menerus untuk memajukan organisasi . Dan Ketiga, komunikasi,
melalui komunikasi seorang eksekutif dapat
memecahkan masalah yang mungkin timbul, cepat dan mungkin yang sangat spesifik.
Ia
merumuskan teori tentang insentif dan otoritas, yang didasarkan terutama pada sistem
mendefinisikan komunikasi, tersedia secara bebas, dan penggunaan persuasi untuk
lebih meyakinkan karyawan.ada beberapa alasan yang dalam logika analisisnya bisa
dilihat langkah-langkah teorinya pada buku “The Functions of the Executive “
sebagai berikut :
1.
Bahwa
sistem kerjasama dalam organisasi adalah bagian dari sistem sosial sehingga
saling terkait.
2.
Organisasi
memiliki " tujuan moral " untuk melegitimasi tujuan individu-individu.
3.
Inti
dari organisasi formal adalah " kegiatan sadar yang dikoordinasikan atau sebuah
kekuatan dari dua orang atau lebih . "
4.
Organisasi
ini lebih dirasa lebih rasional daripada individu karena memiliki hubungan
antar personal atau banyak individu.
5.
Seorang
pemimpin harus menanamkan tujuan moral kepada anggota organisasi.
6.
Organisasi
melakukan pendoktrinan kepada anggota yaitu menanamkan keyakinan tentang
keberadaan sebenarnya dari tujuan umum organisasi kepada semua anggotanya.
7.
Di
dalam organisasi adanya kontribusi dan insentif yaitu setiap individu membuat
kontribusi ( input) untuk organisasi dan menerima penghargaan (output ).
8.
Ada Usulan
tingkatan yaitu bahwa anggota memiliki otoritas memutuskan untuk menerima atau
menolak keputusan atasan.
9.
Fungsionalisme
moralisme eksternal kritis bahwa organisasi adalah entitas fungsional bagi
semua pihak, pengaruh dasarnya demokratis dan menguntungkan .