Donderdag 03 Oktober 2013

Biografi : Chester Irving Barnard

PortraitChester Irving Barnard,  seorang tokoh dunia yang telah memberikan kontribusi penting bagi teori manajemen dan studi organisasi. Karya bukunya yang pertama berjudul “  Fungsi Komite Eksekutif (1938) yaitu sbuah karya yang secara luas berpengaruh dalam pengajaran sosiologi dan teori bisnis. Ia dilahirkan pada tanggal 7 November 1886 di Malden, Massachusetts dan meninggal pada tanggal 7 Juni 1961 di New York City, Amerika Serikat .
Dia bukanlah seorang akademisi, awalnya dia bekerja di sebuah peternakan, sampai kemudian pergi ke Harvard untuk belajar ekonomi namun tidak bisa lulus karena mereka menganggap "tidak layak" untuk lulus. Namun beberapa universitas memberikan gelar kehormatan baginya karena telah memberikan kontribusi yang besar dalam mempelajari organisasi. Disamping sebagai penulis, ia sebenarnya adalah seorang yang berada di eksekutif bisnis Amerika, dan administrator publik.
            Pengalaman sebagai seorang eksekutif bisnis dan administrator publik antara lain adalah pernah berada di American Telepon dan Telegraph Company (sekarang AT & T ) dari 1909 dan menjabat sebagai Presiden anak perusahaan dari AT & T, New Jersey Bell Telephone Company pada tahun 1927. Kemudian pada 1942-1945 ia menjadi Presiden di Organisasi layanan Amerika (USO). Ketika ia pensiun dari organisasi itu, ia menjabat sebagai Presiden Rockefeller Foundation (1948-1952) dan Ketua National Science Foundation ( 1952-1954 ) .
            Beberapa karyanya diterbitkan dalam Organisasi dan Manajemen, yaitu berasal dari pengamatan secara langsung bahwa kemampuan eksekutif untuk menangani masalah-masalah praktis cenderung berkurang ketika masalah yang sama disajikan dalam istilah teoritis.
Ia mendefinisikan Organisasi adalah sebagai suatu sistem kegiatan terkoordinasi secara sadar atau kekuatan dari dua orang atau lebih. Selanjutnya sistem ini berkembang kemudian yang menyatakan bahwa organisasi terdiri atas aktivitas manusia yang berada dalam suatu sistem. Menurutnya organisasi adalah upaya mengkoordinasikan karakter - karakter orang yang berbeda, bersifat tidak pribadi, dimana itu semua ditentukan oleh sistem, baik untuk cara, derajat dan juga waktu. Ide-idenya yang lain adalah orang - orang dalam membentuk organisasi untuk mencapai tujuan mereka tidak dapat dicapai dengan bekerja sendirian namun saat bekerja sama juga harus memenuhi kebutuhan masing-masing secara seimbang.
Chester Irving Barnard mengatakan bahwa persyaratan dasar untuk menciptakan suatu organisasi adalah (1) Individu dapat bergabung dengan orang lain, (2) Orang bersedia bekerja untuk kegiatan yang umum. Dan (3) memiliki tujuan dan struktur sosial yang sama.
Barnard melihat organisasi sebagai sistem kerjasama yaitu tujuan umum impersonal (Perusahaan ) dan beberapa motif individu ( dari semua orang yang terlibat ). Ia percaya bahwa orang-orang datang bersama-sama dalam suatu organisasi dengan tujuan untuk mencapai tujuan akhir karena mereka tidak bisa mencapai sendiri, dan tujuan-tujuan ini harus dipenuhi seimbang. Dalam tesisnya, untuk memahami dan mendukung dasar dalam penciptaan sebuah organisasi dimulai dengan rekrutmen dan pengembangan tujuan dan motivasi serta rasa keberhasilan pekerja berjalan bersama-sama dengan tujuan umum impersonal itu . Hal ini juga menekankan penciptaan kode moral yang secara langsung mempengaruhi pekerja.
Menurutnya, pekerjaan eksekutif sangat penting, karena ia bertanggung jawab untuk menjaga organisasi berjalan. Pertama, harus mendukung komunikasi dalam organisasi dan memastikan pelayanan dasar (pemeliharaan, pelatihan, moral, dll.), dan akhirnya merumuskan sasaran dan tujuan perusahaan.
Barnard membawa teori Organisasi dengan 3 poin yang sangat penting. Pertama, merumusan tujuan dalam organisasi. Ini sangat penting untuk menjamin masa depan organisasi, karena, merumuskan tujuan, adalah untuk mengidentifikasi apa yang harus dilakukan dan bagaimana hal itu akan dilakukan. Kedua, sistem kerjasama, dimana semua yang ada didalamnya menyadari adanya tujuan dan sasaran yang terkait. Sehingga akan diketahui mana yang bermanfaat dan yang tidak, sehingga ada motivasi terus menerus untuk memajukan organisasi . Dan Ketiga, komunikasi, melalui komunikasi seorang eksekutif  dapat memecahkan masalah yang mungkin timbul, cepat dan mungkin yang sangat spesifik.
Ia merumuskan teori tentang insentif dan otoritas, yang didasarkan terutama pada sistem mendefinisikan komunikasi, tersedia secara bebas, dan penggunaan persuasi untuk lebih meyakinkan karyawan.ada beberapa alasan yang dalam logika analisisnya bisa dilihat langkah-langkah teorinya pada buku “The Functions of the Executive “ sebagai berikut :
1.      Bahwa sistem kerjasama dalam organisasi adalah bagian dari sistem sosial sehingga saling terkait.
2.      Organisasi memiliki " tujuan moral " untuk melegitimasi tujuan individu-individu.
3.      Inti dari organisasi formal adalah " kegiatan sadar yang dikoordinasikan atau sebuah kekuatan dari dua orang atau lebih . "
4.      Organisasi ini lebih dirasa lebih rasional daripada individu karena memiliki hubungan antar personal atau banyak individu.
5.      Seorang pemimpin harus menanamkan tujuan moral kepada anggota organisasi.
6.      Organisasi melakukan pendoktrinan kepada anggota yaitu menanamkan keyakinan tentang keberadaan sebenarnya dari tujuan umum organisasi kepada semua anggotanya.
7.      Di dalam organisasi adanya kontribusi dan insentif yaitu setiap individu membuat kontribusi ( input) untuk organisasi dan menerima penghargaan (output ).
8.      Ada Usulan tingkatan yaitu bahwa anggota memiliki otoritas memutuskan untuk menerima atau menolak keputusan atasan.

9.      Fungsionalisme moralisme eksternal kritis bahwa organisasi adalah entitas fungsional bagi semua pihak, pengaruh dasarnya demokratis dan menguntungkan .

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking